Details

oleh on 2012-07-03 / Kategori: Kumpulan Khotbah (SJ), Video /

Ini adalah peperangan Yang pertama kasih yang terbesar ialah mengasihi Tuhan Allah kita dengan segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu dan sesuatu yang harus kita lakukan setiap hari. Seperti yang kita lihat dalam Ulangan pasal 6, sesuatu yang harus dituliskan pada tiang pintu rumahmu, disaat kita keluar, saat kita masuk, kita terus-menerus diingatkan bahwa hal yang terbesar adalah mengasihi Tuhan Allah kita. dan semuanya turun ke paling dasar akar segala sesuatu bahwa aku mengasihi Tuhan Allahku dan aku harus senantiasa ingat akan itu. Saya harus ingat hal ini adalah sesuatu yang harus aku lakukan. Saya harus punya kasih yang besar dan sekali lagi aku harus punya hasrat mengasihi.

Kita buka Matius 6:33, hal seperti inilah dari segalanya: tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. wow, kita akan terasa beda jika hanya dua ayat ini kita dilakukan dengan serius. Jika dua ayat ini dihadapkan di depan mata kita dua atau tiga kali sehari dan seperti yang saya katakan pagi ini, apakah tidak benar bahwa anda dan saya menjalani minggu ini tanpa diingatkan hal yang paling penting dalam hidup keKristenan. Bahwa Allah sendiri menjadi manusia dikerjakan bagi kita sudah terlupakan dengan segala aktivitas kita dan semua bisnis kita.

Dan segala sesuatu yang kita lakukan, dan yang kita lakukan adalah kehendak Allah, karena itu membawa kemuliaan bagi Allah. Bahkan pekerjaan yang paling rendah. Sesuatu yang saya sering tanya pada diri sendiri: kapan terakhir kali anda minum segelas air untuk kemuliaan Tuhan? dimana anda menikmati segelas air untuk kemuliaan Tuhan. Saat anda meminumnya anda tahu itu karunia dari Tuhan. Berasal dari Dia dan harus kembali kepada-Nya dengan ucapan syukur.

Dalam perasaan kita diingatkan-Nya setiap kali kita berpikir, setiap kali kita melihat ke tangan dan kaki kita, setiap kali kita mencoba berbagai usaha kita melakukannya bagi kemuliaan Allah. Tidak pernah ada waktu dalam kehidupan Paulus Washer bahwa aku mengasihi Tuhan sebagaimana seharusnya Ia dikasihi dan tidak pernah ada waktu dalam kehidupan Paul Washer bahwa saya telah memuliakan Allah sebagaimana Dia harus dimuliakan. Anda lihat Itu merubah segalanya bukan?. bukan seperti sebuah sambungan sistem legalistis kecil yang anda hanya periksa dan berkata saya ini manusia benar. Anda tahu kekudusan itu datang memisahkan dari hal-hal yang tidak menyenangkan Tuhan untuk dipisahkan menjadi anak Allah. Untuk meninggikan Tuhan atas segala sesuatu, Jauh melebihi segala sesuatu, keberadaanNya dan untuk hidup sesuai dengan tujuanNya, jadi sebagai manusia tujuan kita adalah untuk belajar, bertumbuh dalam kebenaran ini bahwa semua yang kita kerjakan dilakukan bagi kemuliaan Tuhan.

Saya bertemu banyak orang di dunia ini yang tidak punya keinginan hasrat ini, tetapi dikendalikan oleh diri mereka sendiri. manusia yang dikendalikan oleh hasratnya sendiri. Saya akan berikan contoh yang akan turun atas kita di sini dan itu Olimpiade. Saya tahu cara ini ada sedikit yang negatif, tetapi saya ingin gunakan sebagai contoh. Ada orang yang sejak mereka umur enam tahun tidak lakukan apa-apa tapi bisa berlari trek 100 meter. Setiap hari hidup mereka sejak usia enam tahun, mereka hidup tanpa istirahat, mereka hidup tanpa hobby, mereka hidup tanpa motivasi, mereka tidak pernah berpacaran, mereka hidup benar-benar tanpa segala sesuatu dalam hidup mereka untuk satu tujuan yaitu memenangkan 100 meter berlari dan mendapatkan medali. Apakah itu tidak benar? Lihat mereka yang melakukan gym, mereka benar-benar menakjubkan, badan mereka. Banyak dari mereka sejak usia tiga dan empat tahun, apa yang mereka lakukan hanya makan dan tidur hasrat ini dan kemudian inilah kita. Ini bukan emas medali digantung di leher atau mahkota yang akan ditaruh di kepala kita yang cuma berlaku hanya sehari, tapi anda dan saya, anda dan saya dipanggil dikontrol oleh satu hasrat. Yang melakukan kehendak Allah dan untuk mahkota yang tidak binasa.

Kita harus berjuang menjadi pusat kehendak Allah. Hal lain yang Dia telah berikan untuk kita, bukan hanya satu kasih yang besar, bukan hanya satu hasrat besar, tetapi Dia juga berikan kita amanat agung. kita tidak diciptakan untuk hidup seperti orang lainnya, Kita diciptakan untuk berperang, diciptakan untuk berjuang, diciptakan untuk bekerja, diciptakan untuk menguasai, kita diciptakan untuk memberi diri kita untuk sesuatu yang kekal. Adam diberi perintah untuk melakukan apa? Untuk keluar dan taklukkan, untuk membawa segala ciptaan hidup selaras dengan kehendak Tuhan. Untuk melakukan semua perintahNya dan segala hall dalam konteks kehendak Allah. Sekarang kita hidup di dunia yang sudah jatuh, hidup di kegelapan dan kematian. Kerajaan kejahatan yang tersebar ke seluruh bangsa. anda dan saya bukan dipanggil untuk bermain video game, kita bukan dipanggil untuk nonton di depan TV. kita bukan dipanggil untuk memberi diri kita membuang-buang waktu, kita dipanggil untuk mendapatkan kerajaan, untuk hidup dengan penuh gairah, untuk memperjuangkan Dia dan hanya sekali-sekali melepaskan pedang kita dan memandang tersenyum. Saya ingin berjuang, Saya tidak ingin zona kenyamanan, saya tidak mau tinggal tenang di Sion, karena Kerajaan Allah dibangun bukan oleh mereka yang tinggal tenang di Sion, tetapi oleh mereka yang turun ke jalan dan berjuang dan senjata peperangan kita bukanlah jasmani. Mereka perkasa. Pendoa Syafaat, memproklamasikan Injil dan mengorbankan kasih.

Bangkitlah anak-anak Allah lakukan apa panggilanmu untuk dikerjakan. Jadilah tegar dan kuat dan kau tahu semuanya akan ada harga yang harus dibayar. Ambil posisimu di samping Yesus Kristus dalam perkaraNya dan perhatikan Iblis datang padamu hendak memukulmu dari luar dan dari dalam, tapi itulah peperangan dan Yesus telah berikan kita amanat agung ke kamar kita setiap saat pada malam hari Ia berkata,”ada tempat, ada tempat di mana Dia tidak disembah, di mana Dia tidak disembah. Ada tempat di mana Dia tidak disembah. Saya tidak bisa tidur, ada tempat di mana Ia tidak disembah. Ada tempat dimana panji Sion belum berkibar. Untuk itulah kita diciptakan untuk menyampingkan perkara pribadi kita dan memberi diri kita untuk pertempuran hebat ini, dan sehingga jika kita mengesampingkan prinsip-prinsip dasar. Hal tersulit untuk melompat keluar sana dan melakukan sesuatu pada orang lain dan sesuatu yang besar, maka kita membuktikan diri untuk menjadi orang-orang munafik. Apa yang paling penting pertukaran dalam manusia apakah bakat, bukan itu. Beberapa orang paling berbakat di dunia merusak diri sendiri dan menghancurkan yang lain. Apa yang diperlukan istrimu? Apa yang anak-anakmu butuhkan? Apa yang anak Anda butuhkan? Apa yang dunia butuhkan dari dirimu? Seperti Kristus. Inlah yang kita perjuangkan untuk maju kedepan dan itu membuat saya sedih. Terkadang anda tahu aku tidak suka pergi ke konferensi, saya tidak suka berkhotbah pada mereka saya terkadang berada ditengah dari semua hal dengan berkata setiap waktu saya hanya ingin berdiri dan berkata cukup! Saya sudah dapat banyak kebenaran lebih dari yang saya dapat taati. saya tidak hanya ingin tahu, Saya ingin berubah dan saya tidak ingin berubah hanya pada tingkat yang disebut rohani. Yang pada tingkat masyarakat itu yang lebih baik. Saya ingin berubah didalam hatiku yang paling dalam bahkan pikiran-Nya, isi hati-Nya yang terdalam akan Dia, adalah kerinduan-Nya bahwa mereka hidup menurut kehendak Allah Maha Kuasa. Orang terbebas di muka bumi adalah mereka yang memberi dirinya menjadi hamba atas tuan yang sempurna. Pernahkah Tuhan salah, kapan Dia bersalah terhadap dirimu? pernahkah ada waktu saat kita mendengarkan Dia? Ketika anda taat pada-Nya, kapan anda mencari kehendak-Nya sehingga Ia pernah menyesatkanmu? tidak pernah, tapi pernahkah anda mengikuti jalanmu sendiri dan telah tersesat oleh rancanganmu sendiri selalu? Mengapa tidak. Ini keras dan ini disengaja. : “akan tetapi tolaklah apa yang duniawi dan dongeng yang diceritakan nenek-nenek tua dan latihlah dirimu sendiri dengan kesalehan”. (ILT) Sekarang inilah pertanyaan yang sangat keras…

Ketika saya pergi ke seorang atlet Olimpiade dan saya melihat dengan jelas apa yang dia makan, apa yang dia minum, dia bangun pagi dini hari, ia berlatih, dia pergi ke sekolah, dia pulang, dia berlatih lagi, dia makan dengan teratur, ia pergi tidur, dia bangun, ia membaca jurnal khusus olahraga, ia terus berlatih untuk menjadi lebih baik dan kami mengagumi akan hal itu, tapi perhatikan apa yang ia katakan di sini kepadamu: latihlah dirimu sendiri untuk kesalehan dan sekali lagi saya ingin terangkan ini di mana kita bisa memahaminya. mereka yang sering mengamati hidupmu apakah mereka akan melihat dirimu mengambil langkah positif dalam hidupmu untuk bertumbuh dalam kesalehan. Aku tidak bisa katakan berapa banyak orang yang pernah saya temui bercerita tentang ayah mereka dan mengatakan hal-hal seperti, ayah saya banyak memiliki hal yang baik, tetapi hal yang paling berdampak besar pada saya adalah setiap pagi sebelum ayahku bangun pergi membajak atau melakukan ini atau melakukan itu. Saya melihat dia di sana memegang Alkitab dan mempelajari firman Tuhan, aku melihatnya berdoa. Saya sudah mendengar banyak kesaksian, mereka dapat melihat ayah mereka dan meskipun dari semua kegagalan dan kesalahan mereka tahu ayah mereka serius tentang melatih dirinya untuk kesalehan.

Saudara kita harus percaya ini walaupun hidup kita bergantung pada hal itu karena Saya dapat meyakinkan anda itu terjadi dan bukan hanya hidup kita tergantung pada hal itu dengan cara yang hebat kehidupan keluarga kita bergantung pada itu. Untuk mempelajari firman.

Dengarkan saya, seberapa sering anda menangis kepada Tuhan untuk manifestasi atas kuasa Roh Tuhan yang lebih, lebih besar dalam hidupmu? Dua hal tentang Roh Kudus pertama bahwa kita harus meminta manifestasi yang lebih besar dari kuasa Roh dalam hidup kita dan kita harus berhati-hati. Berjalan di atas kulit telur dan kita tidak mendukakan Roh Kudus. Harta yang berharga bahwa kita tidak mendukakan Roh Kudus. ini hanya beberapa dasar prinsip yang saya pikir bisa membantu anda karena keduanya terluka dan bantu saya mari kita berdoa.

Related Posts